10 Langkah Memulai Bisnis Petshop – Membuka bisnis toko hewan peliharaan (petshop) adalah peluang usaha yang sangat menguntungkan saat ini. Tren merawat anabul (anak bulu) seperti kucing dan anjing yang kian populer membuat kebutuhan pakan, pasir, hingga perawatan harian selalu dicari pemilik hewan.
Namun, mengelola petshop tidak sekadar memajang pakan di rak. Ada ribuan varian produk, risiko pakan kedaluwarsa, hingga kerumitan mengelola kasir yang harus Anda tangani. Agar persiapan Anda matang dan usaha dapat berjalan otomatis serta menghasilkan keuntungan yang maksimal, simak 10 langkah praktis memulai bisnis petshop berikut ini.
1. Riset Pasar dan Tentukan Fokus Bisnis
Langkah awal yang sangat krusial adalah memahami potensi pasar di sekitar lokasi usaha Anda. Amati jenis hewan apa yang paling dominan dipelihara masyarakat lokal. Dari hasil riset ini, tentukan fokus toko Anda—apakah ingin menjadi petshop umum, catshop (khusus kucing), atau toko yang memprioritaskan penjualan pakan dan jasa grooming. Memiliki fokus yang jelas memudahkan Anda dalam menyediakan stok barang pertama kali.
2. Hitung Modal Awal dan Cadangan Operasional
Susun perencanaan keuangan secara terperinci. Pembagian anggaran modal idealnya mencakup dua kategori utama:
Investasi Awal: Sewa tempat, renovasi ruko, pembuatan rak display, perlengkapan grooming, dan belanja stok pakan pertama.
Dana Cadangan Operasional: Alokasi kas harian untuk membayar gaji staf, listrik, air, dan internet selama 3 hingga 6 bulan pertama saat toko baru merintis omzet.
3. Urus Legalitas dan Perizinan Usaha
Pastikan bisnis Anda memiliki kepastian hukum sejak awal. Uruslah Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online melalui portal resmi pemerintah. Jika toko Anda berencana melengkapi layanan dengan klinik kesehatan hewan atau mendatangkan dokter hewan praktik, siapkan juga perizinan khusus dari dinas setempat agar operasional usaha terhindar dari kendala hukum di kemudian hari.
4. Pilih Lokasi Strategis dengan Akses Parkir
Lokasi menentukan kemudahan pelanggan dalam mendatangi toko Anda. Carilah tempat di area pemukiman padat, kawasan perumahan baru, atau tepi jalan utama. Poin penting yang sering diabaikan calon pemilik petshop adalah area parkir. Pelanggan petshop sering kali membawa hewan peliharaan dalam keranjang (pet carrier) atau membeli pakan karungan berat (10–20 kg), sehingga lokasi dengan parkir yang luas akan menjadi nilai tambah.
5. Cari Supplier Pakan dan Aksesoris Terpercaya
Jalin kerja sama dengan distributor pakan, pasir kucing, dan perlengkapan hewan yang menawarkan harga grosir bersaing. Pilihlah distributor yang memiliki pasokan barang stabil, pelayanan cepat, dan sistem garansi jika ada barang yang rusak. Ketika skala usaha Anda sudah makin stabil, Anda bisa mengajukan sistem pembayaran tempo (credit) untuk menjaga kelancaran arus kas.
6. Sediakan Kombinasi Produk dan Layanan Jasa
Petshop yang sukses dan cepat berkembang biasanya menggabungkan dua sumber pendapatan:
Produk Retail: Pakan kering (dry food), pakan basah (wet food), pasir kucing, vitamin, sampo, dan mainan.
Layanan Jasa: Grooming (mandi dan perawatan), penitipan hewan (pet hotel), atau jasa antar-jemput.
Menyediakan layanan jasa sangat dianjurkan karena sektor ini memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan penjualan pakan retail eceran.
7. Atur Layout Toko dan Fasilitas Operasional
Buatlah tata interior toko yang bersih, wangi, dan tertata rapi. Pengelompokan barang yang jelas (berdasarkan jenis hewan, bentuk pakan, atau kelas ekonomis) akan memudahkan pembeli dalam memilih produk. Jangan lupa melengkapi toko dengan pendingin ruangan (AC) untuk menjaga pakan kemasan agar tidak mudah lembap dan rusak, serta menyiapkan area grooming yang higienis.
8. Rekrut Tim Kasir dan Groomer Pecinta Hewan
Karyawan adalah garis depan pelayanan toko Anda. Rekrutlah staf kasir dan groomer yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki rasa kasih sayang yang tulus terhadap hewan. Staf yang ramah dan menguasai product knowledge seputar nutrisi hewan akan lebih mudah memberikan saran yang tepat kepada pelanggan, sehingga menciptakan pembeli yang loyal.
9. Adopsi Sistem Kasir dan Pembukuan Otomatis
Mengelola ribuan SKU barang, memecah pakan karung menjadi kemasan repack eceran 1 kg, hingga menghitung Laporan Laba Rugi secara manual adalah penyebab utama pemilik petshop kehabisan waktu dan mengalami kebocoran modal.
Oleh karena itu, gunakan Aplikasi Kasir & Akuntansi IPOS sejak hari pertama toko Anda berdiri. IPOS bukan sekadar mesin kasir biasa, melainkan sistem manajemen toko modern yang terintegrasi penuh dengan pembukuan akuntansi:
Konversi Multi-Satuan: Penjualan pakan karung yang diecer menjadi kiloan (repack) akan memotong stok secara otomatis di sistem tanpa pusing hitung manual.
Manajemen Stok FIFO: Menjaga nilai modal dan alur stok barang lama agar selalu terjual lebih dahulu secara presisi.
Pemisahan Laporan Produk & Jasa: Memudahkan Anda memantau pendapatan toko retail dan omzet dari jasa grooming.
Laporan Laba Rugi & Neraca Otomatis: Menyajikan kondisi keuangan toko secara instan hanya dengan sekali klik tanpa perlu rumus Excel yang rumit.
Pantau dari Smartphone: Melalui fitur IPOS Mobile, Anda bisa mengecek omzet kasir dan sisa stok barang secara real-time dari mana saja.
10. Jalankan Promosi Digital dan Rangkul Komunitas
Bangun kesadaran merek (brand awareness) petshop Anda dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Buatlah konten menarik seputar tips merawat anabul, promo Grand Opening, serta paket bundling produk pakan dan gratis grooming. Selain itu, aktiflah merangkul komunitas pencinta hewan lokal untuk mendatangkan kelompok pelanggan setia pertama ke toko Anda.
Memulai bisnis petshop memerlukan keberanian, ketelitian, dan efisiensi operasional. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan menyerahkan urusan pencatatan stok serta laporan keuangan pada Aplikasi Kasir & Akuntansi IPOS, Anda tidak perlu lagi terikat di belakang meja kasir seharian. Bisnis petshop Anda dapat berjalan secara teratur, rapi, dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Salma adalah Content Specialist di PT Trigonal Software Indonesia dengan pengalaman 5+ tahun di bidang SEO dan content marketing. Dengan fokus pada solusi bisnis untuk UMKM, Ia membuat konten informatif dan praktis yang membantu pemilik usaha meningkatkan efisiensi operasional, mengelola keuangan, dan mengembangkan bisnis secara lebih tersistem.



