Skip to main content

Trigonal Software Indonesia | Software Tepat Untuk UMKM Indonesia

10+ Laporan pada Aplikasi Kasir IPOS untuk Toko Bangunan

Mengelola toko bangunan membutuhkan pencatatan transaksi dan persediaan yang teratur. Hal ini karena toko bangunan biasanya menjual ratusan hingga ribuan jenis produk dengan harga, ukuran, satuan, dan tingkat perputaran stok yang berbeda-beda.

Selain mencatat transaksi penjualan, pemilik toko juga perlu memantau pembelian barang dari supplier, jumlah persediaan, utang, piutang pelanggan, hingga keuntungan usaha. Tanpa laporan yang jelas, pemilik toko akan kesulitan mengetahui kondisi bisnis dan menentukan strategi untuk meningkatkan penjualan.

Aplikasi kasir IPOS 5 dari Trigonal Software menyediakan lebih dari 10 kelompok laporan untuk membantu pemilik toko bangunan memantau aktivitas penjualan, pembelian, persediaan, keuangan, dan operasional bisnis.

Beberapa laporan yang tersedia meliputi laporan penjualan, laporan pembelian, laporan persediaan, laporan hutang, laporan piutang, laporan kas, laporan laba jual, buku besar, hingga laporan keuangan berupa neraca dan laba rugi.

Dengan memanfaatkan laporan tersebut, pemilik toko bangunan dapat mengetahui produk yang paling laris, memantau stok barang, mengevaluasi transaksi supplier, mengontrol tagihan pelanggan, serta menganalisis keuntungan usaha.

Lalu, apa saja laporan yang tersedia pada aplikasi kasir IPOS dan bagaimana manfaatnya untuk toko bangunan? Berikut penjelasannya.

15 Kelompok Laporan pada Aplikasi Kasir IPOS untuk Toko Bangunan

Berdasarkan dokumentasi manual IPOS 5, terdapat 15 kelompok menu laporan yang mencakup berbagai aktivitas operasional dan akuntansi.

Berikut daftar laporan beserta fungsi dan manfaatnya untuk bisnis toko bangunan.

1. Laporan Master Data

Laporan Master Data merupakan laporan yang digunakan untuk melihat informasi dari data utama atau master data yang tersimpan di aplikasi IPOS.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Daftar Item: Menampilkan daftar barang yang terdaftar dalam sistem.
  • Laporan Daftar Item Lengkap: Menampilkan informasi item secara lebih lengkap.
  • Laporan Daftar Supplier: Menampilkan data supplier atau pemasok barang.
  • Laporan Daftar Pelanggan: Menampilkan informasi pelanggan toko.
  • Laporan Daftar Sales: Menampilkan data tenaga penjualan.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan master data membantu pemilik toko memeriksa informasi produk, supplier, pelanggan, dan sales yang terdaftar di sistem.

Contohnya, pemilik toko dapat menggunakan daftar supplier untuk mengevaluasi pemasok semen, cat, besi beton, dan keramik yang bekerja sama dengan bisnisnya.

Daftar pelanggan juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan tetap, kontraktor, maupun pelanggan yang sering melakukan pembelian.

2. Laporan Pembelian

Laporan Pembelian digunakan untuk menampilkan informasi transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dari supplier.

Jenis laporan pembelian pada IPOS meliputi:

  • Laporan Pesanan Pembelian: Menampilkan data pesanan pembelian barang.
  • Laporan Pembelian: Menampilkan transaksi pembelian yang telah dicatat.
  • Laporan Retur Pembelian: Menampilkan transaksi pengembalian barang kepada supplier.
  • Laporan Pembelian Per Item: Menampilkan rekap pembelian berdasarkan barang, jenis barang, maupun supplier.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan pembelian membantu pemilik toko mengetahui jumlah barang yang dibeli, nilai pembelian, serta supplier yang paling sering digunakan.

Misalnya, toko melakukan pembelian semen sebanyak 500 sak, besi beton sebanyak 300 batang, dan cat tembok sebanyak 100 kaleng dalam satu bulan.

Dengan laporan pembelian, pemilik toko dapat mengevaluasi nilai pembelian setiap produk dan membandingkan aktivitas pengadaan barang dari berbagai supplier.

Laporan pembelian per item juga membantu mengetahui produk mana yang paling banyak dibeli untuk menjaga ketersediaan persediaan.

3. Laporan Konsinyasi Masuk

Laporan Konsinyasi Masuk digunakan untuk menampilkan informasi transaksi konsinyasi masuk yang tercatat dalam aplikasi IPOS.

Konsinyasi masuk merupakan transaksi penerimaan barang titipan dari supplier atau pihak lain untuk dijual oleh toko sesuai kesepakatan.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Pesanan Konsinyasi Masuk.
  • Laporan Konsinyasi Masuk.
  • Laporan Retur Konsinyasi Masuk.
  • Laporan Tagihan Konsinyasi Masuk.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan ini bermanfaat bagi toko bangunan yang menggunakan sistem penjualan konsinyasi.

Contohnya, toko menerima barang perlengkapan rumah tangga, perkakas, atau produk bangunan tertentu dari supplier dengan skema konsinyasi.

Pemilik toko dapat menggunakan laporan tersebut untuk memantau transaksi barang titipan, retur, dan tagihan terkait.

Catatan: Berdasarkan dokumentasi manual IPOS 5, menu Laporan Konsinyasi Masuk hanya tersedia pada edisi Ultimate.

4. Laporan Penjualan

Laporan Penjualan digunakan untuk menampilkan informasi berbagai transaksi penjualan barang kepada pelanggan.

Kelompok laporan ini menyediakan beberapa jenis laporan, antara lain:

  • Laporan Pesanan Penjualan.
  • Laporan Penjualan.
  • Laporan Retur Penjualan.
  • Laporan Penjualan Per Item.
  • Laporan Retur Jual Per Item.
  • Laporan Penjualan Per Supplier.
  • Laporan Penjualan Per Wilayah Pelanggan.
  • Laporan Komisi Sales.
  • Laporan Pembayaran dengan Kartu Bayar.
  • Grafik Penjualan Item Terbaik.
  • Grafik Penjualan Harian.
  • Grafik Penjualan Bulanan.
  • Grafik Kedatangan Pelanggan.
  • Laporan CSV Faktur Pajak.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan penjualan membantu pemilik toko menganalisis aktivitas penjualan dari berbagai sisi.

Contohnya:

  • Mengetahui total penjualan semen, cat, keramik, dan besi beton.
  • Mengidentifikasi produk yang paling banyak terjual.
  • Membandingkan penjualan harian dan bulanan.
  • Mengetahui transaksi berdasarkan pelanggan.
  • Mengevaluasi retur barang dari pelanggan.
  • Memantau komisi tenaga penjualan.

Salah satu laporan yang menarik adalah Grafik Penjualan Item Terbaik. Laporan ini dapat membantu pemilik toko mengetahui produk dengan jumlah penjualan tertinggi berdasarkan periode dan filter yang tersedia.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan produk yang perlu diprioritaskan dalam pengadaan maupun promosi.

5. Laporan Konsinyasi Keluar

Berbeda dengan konsinyasi masuk, Laporan Konsinyasi Keluar digunakan untuk menampilkan transaksi konsinyasi keluar yang tercatat pada sistem.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Pesanan Konsinyasi Keluar.
  • Laporan Konsinyasi Keluar.
  • Laporan Retur Konsinyasi Keluar.
  • Laporan Tagih Konsinyasi Keluar.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan ini berguna apabila toko menitipkan produk kepada pihak lain untuk dijual kembali melalui sistem konsinyasi.

Contohnya, toko mendistribusikan barang perlengkapan rumah atau produk tertentu kepada mitra penjualan dengan sistem pembayaran berdasarkan barang yang berhasil terjual.

Laporan konsinyasi keluar membantu pemilik usaha menelusuri transaksi pengiriman barang titipan, retur, dan penagihan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

6. Laporan Perakitan

Laporan Perakitan digunakan untuk menampilkan informasi transaksi yang berhubungan dengan proses perakitan barang.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Pesanan Perakitan.
  • Laporan Perakitan.
  • Laporan Proses Jadi.
  • Laporan Perakitan Per Item.
  • Laporan Proses Jadi Per Item.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan ini dapat dimanfaatkan oleh toko atau usaha yang menggunakan fitur perakitan untuk menggabungkan beberapa komponen menjadi produk jadi.

Contohnya, usaha yang menjual paket atau produk hasil perakitan dari beberapa komponen dan membutuhkan pencatatan penggunaan bahan serta hasil produksi.

Dengan laporan ini, pemilik usaha dapat menelusuri transaksi perakitan dan hasil proses barang jadi.

7. Laporan Hutang

Laporan Hutang digunakan untuk memantau kewajiban pembayaran toko kepada supplier atau pihak lain berdasarkan transaksi pembelian dan tagihan konsinyasi masuk.

Jenis laporan hutang pada IPOS meliputi:

  • Laporan Hutang Beredar: Menampilkan sisa utang yang belum dilunasi.
  • Laporan Umur Hutang: Menampilkan utang berdasarkan rentang usia tagihan.
  • Laporan Buku Bantu Hutang: Menampilkan informasi pembukuan utang.
  • Laporan Mutasi Hutang: Menampilkan perubahan saldo utang.
  • Laporan Buku Hutang Per Transaksi: Menampilkan informasi utang berdasarkan transaksi.
  • Laporan Pembayaran Hutang: Menampilkan catatan pembayaran utang.

Manfaat untuk toko bangunan:

Toko bangunan biasanya bekerja sama dengan banyak supplier yang memberikan fasilitas pembelian secara kredit.

Melalui laporan hutang, pemilik toko dapat mengetahui berapa kewajiban yang harus dibayar dan supplier mana yang memiliki tagihan belum dilunasi.

Contohnya, toko memiliki utang kepada tiga supplier:

SupplierSisa Utang
Distributor SemenRp15.000.000
Supplier BesiRp8.000.000
Distributor CatRp5.000.000
TotalRp28.000.000

Informasi tersebut dapat digunakan untuk merencanakan pembayaran supplier dan menjaga arus kas bisnis.

8. Laporan Piutang

Laporan Piutang digunakan untuk menampilkan informasi tagihan pelanggan yang berasal dari transaksi penjualan, tukar tambah, dan tagihan konsinyasi keluar.

Jenis laporan piutang meliputi:

  • Laporan Piutang Beredar: Menampilkan sisa piutang yang belum dibayar pelanggan.
  • Laporan Piutang Per Sales: Menampilkan piutang berdasarkan tenaga penjualan.
  • Laporan Piutang Per Wilayah: Menampilkan piutang berdasarkan wilayah pelanggan.
  • Laporan Umur Piutang: Menampilkan piutang berdasarkan rentang usia tagihan.
  • Laporan Buku Pembantu Piutang: Menampilkan informasi pembukuan piutang.
  • Laporan Mutasi Piutang: Menampilkan perubahan saldo piutang.
  • Laporan Buku Piutang Per Transaksi: Menampilkan informasi piutang berdasarkan transaksi.
  • Laporan Pembayaran Piutang: Menampilkan transaksi pembayaran piutang.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan piutang membantu pemilik toko memantau tagihan dari pelanggan yang melakukan pembelian secara kredit atau tempo.

Contohnya, seorang kontraktor membeli material bangunan senilai Rp25.000.000 dan baru membayar Rp10.000.000.

Dengan laporan piutang, pemilik toko dapat memantau sisa tagihan sebesar Rp15.000.000.

Laporan umur piutang juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan yang memiliki tagihan dalam rentang waktu tertentu sehingga proses penagihan dapat diprioritaskan.

9. Laporan Persediaan

Laporan Persediaan merupakan salah satu kelompok laporan yang paling penting bagi toko bangunan karena berkaitan langsung dengan ketersediaan stok barang.

Jenis laporan persediaan pada IPOS meliputi:

  • Laporan Item Masuk: Menampilkan transaksi barang masuk yang dicatat melalui modul persediaan.
  • Laporan Item Keluar: Menampilkan transaksi barang keluar yang dicatat melalui modul persediaan.
  • Laporan Item Opname: Menampilkan transaksi pemeriksaan atau penyesuaian stok melalui stock opname.
  • Laporan Transfer: Menampilkan perpindahan barang antar-gudang.
  • Laporan Item Serial: Menampilkan informasi barang yang menggunakan nomor serial.
  • Laporan Serial History: Menampilkan riwayat barang yang menggunakan nomor serial.
  • Laporan Item Mutasi: Menampilkan pergerakan atau mutasi persediaan barang.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan persediaan membantu pemilik toko mengontrol pergerakan stok dan memantau perubahan jumlah barang.

Misalnya, pemilik toko ingin mengetahui jumlah barang yang masuk dan keluar dari gudang selama satu bulan.

Melalui laporan item masuk dan item keluar, pemilik toko dapat menelusuri transaksi persediaan yang dicatat melalui modul tersebut.

Sementara itu, laporan transfer dapat membantu memantau perpindahan barang antar-gudang, dan laporan item opname dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan stok fisik.

Perlu diperhatikan bahwa laporan item masuk dan item keluar merupakan laporan transaksi khusus persediaan, bukan laporan pembelian dan penjualan. Transaksi pembelian, penjualan, maupun konsinyasi memiliki kelompok laporan masing-masing.

10. Laporan Kas

Laporan Kas digunakan untuk menampilkan transaksi yang berkaitan dengan pencatatan kas pada aplikasi IPOS.

Jenis laporan kas meliputi:

  • Laporan Kas Masuk: Menampilkan transaksi penerimaan kas.
  • Laporan Kas Keluar: Menampilkan transaksi pengeluaran kas.
  • Laporan Kas Transfer: Menampilkan transaksi perpindahan kas.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan kas membantu pemilik toko memantau penerimaan dan pengeluaran uang yang dicatat melalui modul kas.

Contohnya, toko menerima kas dari transaksi tertentu di luar pencatatan transaksi penjualan atau mengeluarkan uang untuk biaya operasional seperti pembelian perlengkapan kebersihan, biaya perawatan kendaraan, dan kebutuhan toko lainnya.

Laporan kas juga dapat digunakan untuk memeriksa transaksi pemindahan saldo antar-akun kas.

Catatan penting: Menurut dokumentasi IPOS, Laporan Kas berkaitan dengan menu Catatan Kas dan tidak mencakup transaksi pembelian, penjualan, maupun konsinyasi. Jadi, laporan ini tidak boleh dianggap sebagai pengganti seluruh laporan arus kas bisnis.

11. Laporan Laba Jual

Laporan Laba Jual digunakan untuk menampilkan informasi laba kotor dari transaksi penjualan.

Laporan ini mencakup informasi seperti nilai laba jual berdasarkan transaksi, serta analisis grafik laba jual per item.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Laba Jual.
  • Grafik Laba Jual Per Item.
  • Analisa Jurnal Tidak Seimbang.

Manfaat untuk toko bangunan:

Pemilik toko dapat menggunakan laporan laba jual untuk mengevaluasi keuntungan kotor dari barang yang dijual.

Contohnya, sebuah toko menjual 100 sak semen dengan harga jual Rp65.000 per sak, sementara harga pokoknya Rp55.000 per sak.

Perhitungan laba kotor ilustratif:

  • Total penjualan: Rp6.500.000.
  • Total HPP: Rp5.500.000.
  • Laba kotor: Rp1.000.000.

Informasi laba jual dapat membantu pemilik toko membandingkan performa keuntungan berbagai produk, seperti semen, keramik, cat, dan besi beton.

Catatan: Manual IPOS menjelaskan bahwa perhitungan Laba Jual belum dikurangi retur penjualan. Karena itu, laporan ini tidak sama dengan laba bersih atau laba akhir perusahaan.

12. Laporan Daftar Perkiraan

Daftar Perkiraan merupakan laporan yang menampilkan daftar akun atau perkiraan yang tercatat dalam sistem akuntansi IPOS.

Akun tersebut digunakan untuk mengelompokkan transaksi keuangan ke dalam kategori seperti kas, piutang, persediaan, utang, pendapatan, dan beban.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan daftar perkiraan membantu pemilik toko atau bagian administrasi memeriksa akun yang digunakan dalam pencatatan transaksi akuntansi.

Contohnya, pemilik toko dapat memastikan bahwa transaksi yang berhubungan dengan pembelian barang, pembayaran supplier, penerimaan piutang, maupun biaya operasional menggunakan akun yang sesuai.

Laporan ini juga dapat ditampilkan, dicetak, dan diekspor sesuai pilihan yang tersedia pada sistem.

13. Laporan Data Jurnal

Laporan Data Jurnal digunakan untuk menampilkan informasi transaksi jurnal yang telah tercatat dalam program.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Daftar Jurnal.
  • Analisa Jurnal Tidak Seimbang.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan jurnal membantu bagian administrasi atau akuntansi memeriksa pencatatan transaksi keuangan yang masuk ke dalam sistem akuntansi.

Contohnya, pemilik toko ingin menelusuri pencatatan transaksi pembelian barang, pembayaran utang, penerimaan kas, atau transaksi lain yang menghasilkan jurnal.

Laporan analisa jurnal tidak seimbang juga dapat membantu mengidentifikasi pencatatan jurnal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

14. Laporan Buku Besar

Buku Besar merupakan laporan yang digunakan untuk melihat nilai dan pergerakan saldo berdasarkan akun perkiraan.

Jenis laporan dalam kelompok ini meliputi:

  • Buku Besar.
  • Neraca Saldo.
  • Neraca Lajur.
  • Grafik Kas.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan buku besar membantu pemilik usaha atau bagian akuntansi menelusuri transaksi berdasarkan akun tertentu.

Contohnya, pemilik toko ingin mengevaluasi transaksi yang berkaitan dengan akun kas, utang supplier, piutang pelanggan, persediaan, atau pendapatan.

Neraca saldo dapat digunakan untuk melihat saldo akun, sedangkan neraca lajur membantu proses penyusunan dan pemeriksaan informasi akuntansi.

Dengan laporan ini, proses evaluasi administrasi keuangan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

15. Laporan Keuangan

Laporan Keuangan merupakan kelompok laporan yang digunakan untuk mengetahui posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.

Jenis laporan yang tersedia meliputi:

  • Laporan Neraca: Menampilkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan.
  • Laporan Laba Rugi: Menampilkan pendapatan, beban, dan hasil usaha dalam periode tertentu.
  • Laporan Laba Rugi YTD: Menampilkan hasil laba rugi sejak awal tahun sampai periode yang dipilih.
  • Grafik Pendapatan Biaya: Menampilkan perbandingan pendapatan dan biaya.
  • Grafik Laba Rugi: Menampilkan informasi perkembangan laba atau rugi secara visual.

Manfaat untuk toko bangunan:

Laporan keuangan membantu pemilik toko memahami kondisi keuangan secara lebih menyeluruh.

Misalnya, laporan neraca dapat digunakan untuk mengetahui total aset berupa kas, persediaan barang, dan piutang serta kewajiban kepada supplier.

Sementara itu, laporan laba rugi membantu mengevaluasi apakah toko menghasilkan keuntungan atau mengalami kerugian selama periode tertentu.

Laporan ini penting bagi pemilik toko yang ingin mengetahui kesehatan keuangan bisnis dan merencanakan pengembangan usaha.

Ringkasan 15 Kelompok Laporan IPOS 5 dan Manfaatnya untuk Toko Bangunan

Untuk mempermudah pemahaman, berikut ringkasan kelompok laporan pada aplikasi kasir IPOS 5.

No.Kelompok LaporanInformasi yang Diperoleh
1Laporan Master DataData barang, supplier, pelanggan, dan sales.
2Laporan PembelianTransaksi pembelian dan retur dari supplier.
3Laporan Konsinyasi MasukBarang titipan yang diterima dari supplier.
4Laporan PenjualanTransaksi penjualan, retur, dan performa produk.
5Laporan Konsinyasi KeluarTransaksi barang yang dititipkan untuk dijual pihak lain.
6Laporan PerakitanPesanan dan proses perakitan barang.
7Laporan HutangKewajiban pembayaran kepada supplier.
8Laporan PiutangTagihan pelanggan yang belum dibayar.
9Laporan PersediaanBarang masuk, keluar, opname, transfer, dan mutasi.
10Laporan KasKas masuk, kas keluar, dan transfer kas.
11Laporan Laba JualInformasi laba kotor transaksi penjualan.
12Daftar PerkiraanDaftar akun dalam sistem akuntansi.
13Data JurnalPencatatan jurnal dan pemeriksaan jurnal.
14Buku BesarNilai akun, neraca saldo, dan neraca lajur.
15Laporan KeuanganNeraca, laba rugi, dan grafik keuangan.

Bagaimana Laporan IPOS Membantu Pemilik Toko Bangunan Mengambil Keputusan?

Banyaknya laporan yang tersedia akan lebih bermanfaat apabila digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis.

Berikut beberapa contoh penerapannya.

1. Menentukan Produk yang Perlu Ditambah Stoknya

Gunakan laporan penjualan per item dan grafik penjualan item terbaik untuk mengetahui produk yang paling banyak dibeli pelanggan.

Jika semen, cat, dan pipa PVC memiliki tingkat penjualan tinggi, pemilik toko dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan persediaan produk tersebut.

2. Mengevaluasi Performa Supplier

Gunakan laporan pembelian dan pembelian per item untuk mengetahui nilai pembelian dari setiap supplier.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi pemasok berdasarkan frekuensi pembelian dan kebutuhan barang.

3. Mengurangi Risiko Penumpukan Persediaan

Gunakan laporan mutasi item dan laporan persediaan untuk mengevaluasi pergerakan produk.

Produk yang jarang keluar dapat dievaluasi lebih lanjut agar pemilik toko tidak terus menambah barang yang perputarannya lambat.

4. Mengontrol Piutang Pelanggan

Gunakan laporan piutang beredar dan umur piutang untuk mengetahui tagihan pelanggan yang belum diselesaikan.

Dengan demikian, pemilik toko dapat menentukan prioritas penagihan dan mengevaluasi kebijakan pembayaran tempo.

5. Mengatur Jadwal Pembayaran Supplier

Gunakan laporan hutang beredar dan umur hutang untuk mengetahui kewajiban yang masih harus dibayar.

Informasi ini dapat membantu pemilik toko merencanakan pengeluaran agar pembayaran supplier tidak mengganggu kebutuhan operasional.

6. Mengevaluasi Keuntungan Bisnis

Gunakan laporan laba jual untuk menganalisis laba kotor transaksi dan laporan laba rugi untuk mengevaluasi hasil usaha.

Kedua laporan tersebut memiliki fungsi berbeda dan sebaiknya digunakan secara bersama-sama agar analisis keuntungan lebih menyeluruh.

Apakah Laporan IPOS Bisa Dicetak dan Diekspor ke Excel?

Ya. Dokumentasi IPOS 5 menjelaskan bahwa laporan dapat ditampilkan melalui preview, dicetak, dan pada laporan yang mendukung dapat diekspor ke format file seperti XLS (Microsoft Excel) dan PDF.

Fitur ini membantu pemilik toko bangunan dalam beberapa aktivitas, seperti:

  • Menyimpan arsip laporan penjualan bulanan.
  • Mengolah data pembelian supplier di Excel.
  • Membuat rekap persediaan untuk evaluasi stok.
  • Mendokumentasikan laporan utang dan piutang.
  • Menyimpan laporan keuangan untuk kebutuhan evaluasi bisnis.

Pemilik toko juga dapat memanfaatkan laporan yang diekspor sebagai bahan diskusi bersama bagian keuangan, kepala toko, atau manajemen.

Ketersediaan pilihan ekspor dapat berbeda sesuai jenis laporan dan konfigurasi program.

Pilih Versi IPOS yang Sesuai dengan Kebutuhan Laporan Toko Bangunan

IPOS 5 tersedia dalam beberapa edisi, yaitu Standard, Professional, dan Ultimate.

Setiap edisi memiliki perbedaan cakupan fitur. Oleh karena itu, pemilik toko bangunan perlu memastikan bahwa versi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan laporan dan aktivitas operasional.

Menurut dokumentasi manual IPOS 5, beberapa laporan tidak tersedia pada edisi Standard dan Professional karena adanya perbedaan fitur program. Salah satu contoh yang disebutkan secara khusus adalah Laporan Konsinyasi Masuk, yang hanya tersedia pada edisi Ultimate.

Sebelum membeli aplikasi kasir, sebaiknya identifikasi terlebih dahulu laporan yang paling dibutuhkan oleh bisnis.

Contohnya:

  • Toko bangunan sederhana: membutuhkan laporan penjualan, pembelian, stok, dan laba.
  • Toko dengan banyak pelanggan tempo: membutuhkan laporan hutang dan piutang.
  • Toko dengan aktivitas gudang kompleks: membutuhkan laporan persediaan, mutasi, dan transfer.
  • Toko dengan kebutuhan akuntansi: membutuhkan laporan jurnal, buku besar, neraca, dan laba rugi.
  • Toko yang menggunakan sistem konsinyasi masuk: perlu mempertimbangkan edisi Ultimate.

Dengan memilih edisi yang tepat, pemilik toko dapat memanfaatkan laporan sesuai kebutuhan operasional dan pengelolaan bisnis.

Kesimpulan

Aplikasi kasir IPOS 5 menyediakan 15 kelompok menu laporan yang dapat membantu pemilik toko bangunan memantau berbagai aktivitas bisnis, mulai dari data master, pembelian, penjualan, konsinyasi, persediaan, utang, piutang, hingga laporan akuntansi dan keuangan.

Setiap laporan memiliki fungsi yang berbeda. Laporan penjualan membantu mengetahui performa produk, laporan persediaan membantu mengontrol stok, laporan hutang dan piutang membantu memantau kewajiban serta tagihan, sedangkan laporan laba jual dan laporan laba rugi membantu mengevaluasi keuntungan bisnis.

Dengan memanfaatkan laporan tersebut, pemilik toko dapat mengurangi ketergantungan pada rekap manual dan menggunakan data transaksi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Ingin mengelola penjualan, stok, pembelian, dan keuangan toko bangunan dengan lebih terstruktur? Gunakan aplikasi kasir IPOS dari Trigonal Software untuk membantu pencatatan transaksi dan menyediakan berbagai laporan bisnis sesuai kebutuhan toko Anda. Konsultasikan kebutuhan aplikasi kasir toko bangunan Anda bersama tim Trigonal Software.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *