Laporan Stok Barang dan Peran Pentingnya dalam Efisiensi Bisnis!

Laporan Stok Barang dan Peran Pentingnya dalam Efisiensi Bisnis!

Laporan Stok Barang dan Peran Pentingnya dalam Efisiensi Bisnis! – Menghasilkan laporan stok barang tidak hanya bermanfaat untuk mengidentifikasi jumlah persediaan barang, melainkan juga memberikan berbagai keuntungan tambahan. Keakuratan data yang dihasilkan menjadi hal krusial dalam proses pembuatan laporan stok. Oleh karena itu, penting bagi suatu perusahaan untuk menunjuk individu yang teliti dan bertanggung jawab untuk mengelola persediaan barnag di gudang.

Pengertian Laporan Stok Barang

Laporan stok barang merupakan dokumen yang disusun untuk mengidentifikasi jumlah persediaan atau stok produk yang dimiliki. Kegiatan pengelolaan stok barang di gudang melibatkan penghitungan fisik jumlah barang yang ada di gudang. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mencatat persediaan barang secara akurat dalam pembukuan.

Pada umumnya, kegiatan pengelolaan stok barang terlihat sebagai tugas yang melelahkan dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghitung serta memeriksa kondisi barang di gudang, seperti adanya kerusakan atau cacat. Untuk menyederhanakan proses pengelolaan stok barang, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi barcode pada produknya. Penggunaan barcode ini juga bermanfaat untuk mengurangi potensi kesalahan dalam perhitungan jumlah barang, pencatatan persediaan, dan membantu perusahaan secara keseluruhan.

Mengapa Perlu Membuat Laporan Stok Barang?

Tujuan utama dari pembuatan laporan persediaan stok barang di gudang untuk sebuah perusahaan tidak hanya terbatas pada pemahaman jumlah barang yang tersedia. Lebih dari itu, tujuan tersebut juga melibatkan evaluasi terhadap selisih kelebihan atau kekurangan persediaan barang di gudang.

Bagi perusahaan manufaktur, pengendalian stok barang memiliki manfaat yang signifikan untuk mengetahui jumlah stok barang yang terkait dengan bahan baku, bahan penolong, barang setengah jadi, dan jenis bahan lainnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan akurasi pencatatan stok barang, sehingga ketidaksesuaian pada saat melakukan inventarisasi tidak berdampak pada perluasan jurnal penyesuaian. Dengan begitu, pendekatan ini juga menghindarkan kebutuhan untuk pemeriksaan ulang terhadap buku besar dan jurnal dalam laporan akuntansi.

Manfaat Laporan Stok Barang

Selain beberapa tujuan yang disebutkan di atas, laporan ini juga memiliki beberapa manfaat seperti penjelasan berikut ini.

Mencocokkan Jumlah Barang

Laporan persediaan stok barang bermanfaat untuk mencocokkan jumlah barang di gudang dengan kuantitas barang yang ada di catatan pembukuan.

Meminimalisir Penyimpangan

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia bisa saja lalai ketika menyimpan barang di gudang. Maka dari itu, laporan satu ini bermanfaat untuk meminimalisir hal tersebut.

Mempercepat Pengambilan Keputusan

Jika ada barang yang rusak atau hilang, maka Anda bisa mempercepat proses pengambilan keputusan.

Menganalisis Perkembangan Usaha

Laporan stok barang juga bermanfaat untuk menganalisis perkembangan perusahaan, karena Anda bisa membandingkan jumlah stok barang yang dimiliki sebelumnya dan tahun ini.

Mengetahui Arus Kas Masuk dan Keluar

Manfaat dari laporan stok barang yang terakhir yaitu bisa mengetahui arus dari kas masuk dan keluar untuk barang yang tersedia.

Cara Membuat Laporan Stok Barang

Keberadaan laporan stok barang memiliki kegunaan yang signifikan dalam menjalankan proses inventarisasi barang, terutama ketika perusahaan memiliki lebih dari satu gudang untuk mengelola barang. Nah, di bawah ini adalah langkah-langkah secara rinci yang dapat Anda lakukan untuk membuat laporan untuk stok barang.

Siapkan Data

Langkah awal adalah menyiapkan data, dengan menunjuk seorang individu yang bertanggung jawab secara khusus utnuk mencatat data barang dengan seakurat mungkin. Dari data tersebut, informasi tentang transaksi penjualan produk dari periode fiskal sebelumnya dapat diidentifikasi.

Tidak hanya itu, data tersebut juga memungkinkan Anda untuk menentukan target pasar dan membuat perkiraan penjualan untuk periode selanjutnya.

Buat Forecast

Langkah kedua yaitu buatlah forecast. Hal ini bertujuan untuk mencatat semua persediaan yang Anda butuhkan untuk periode ini.

Cek Barang Sebelum Disimpan

Langkah ini bertujuan untuk memberikan kode pada setiap barang yang akan disimpan ke dalam rak. Dengan kode tersebut, Anda bisa mengetahui apakah barang yang tercatat tersedia atau tidak. Dalam proses ini, Anda bisa tahu barang mana yang memiliki kekurangan, seperti salah produksi, cacat, dan kekurangan lainnya.

Memberi Kode Setiap Barang

Langkah satu ini berfungsi untuk mempermudah Anda untuk mengerti maksud pelanggan jika ada yang menanyakan stok barang dengan kode tertentu. Selain itu, memberi kode pada barang juga bermanfaat dalam penataan barang. Hal ini juga akan mempermudah dalam membuat laporan persediaan stok.

Pisahkan Stok Lama dan Baru

 Pemisahan antara stok barang yang telah lama tersedia dan barang baru memiliki tujuan untuk menyederhanakan proses penghitungan jumlah stok barang yang sudah terjual dan yang belum terjual. Selain itu, tindakan ini juga bermanfaat untuk mengklasifikasikan antara barang lama dan baru.

Pemanfaatan software untuk pengelolaan stok barang dapat efektif mengurangi fisiko kesalahan dalam penginputan data. Salah satu solusi yang dapat diandalkan adalah IPOS, sebuah software toko yang menyediakan solusi untuk pencatatan dan pemantauan stok barang di gudang toko.

IPOS dilengkapi dengan fitur persediaan, termasuk Daftar Item Masuk, Daftar Item Keluar, Saldo Awal Item, Stock Opname, Serial Manajemen, Transfer Item, Transfer Item Beda Lokasi, dan beragam fitur lainnya yang berkaitan dengan laporan stok barang, yang dapat diakses secara real time. Selain itu, IPOS juga menawarkan fitur-fitur lain yang membantu operasional sehari-hari bisnis, seperti manajemen penjualan dan pembelian, akuntansi, otomatisasi laporan keuangan, dan masih banyak lagi.

Tertarik dengan IPOS? Coba gratis di sini sekarang juga.

Kata kunci : Aplikasi Toko Ritel dan Grosir, Software Toko dan Grosir, Software Toko Lengkap, Software Toko Murah, Software Kasir, Aplikasi Kasir, Software Toko IPOS, IPOS 4, IPOS 5

    Cara Melakukan Stock Opname Lebih Efisien dan Mudah

    Cara Melakukan Stock Opname Lebih Efisien dan Mudah

    Cara Melakukan Stock Opname Lebih Efisien dan Mudah – Setelah mengetahui apa itu stock opname dan mengapa kegiatan ini penting bagi sebuah bisnis maka kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara melakukan stock opname yang benar agar hasilnya akurat.

    Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua stock opname berlaku untuk seluruh jenis bisnis mengingat karakteristik yang berbeda-beda. Hanya saja metode warehouse management yang digunakan turut pula memengaruhi prioritas dalam pencatatan stok barang.

    Untuk mempermudah, cara melakukan stock opname akan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahapn persiapan dan tahap pelaksanaan. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara melakukan stock opname lebih efisien dan mudah. Simak hingga selesai, ya!

    Apa yang Harus Disiapkan sebelum Stock Opname?

    Pada tahap persiapan biasanya dilakukan jauh-jauh hari, sekitar satu minggu sebelum proses stock opname. Di tahap ini, komunikasi akan lebih banyak dilakukan dengan orang gudang. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan :

    1. Buatlah Jadwal Stock Opname Terlebih Dahulu. Dengan begitu akan ada pegangan atau aturan yang pasti tentang kapan stock opname harus dilakukan dan kapan proses restock dapat dilakukan.
    2. Persiapkan Alat Penunjang yang Dibutuhkan. Alat-alat yang dimaksud bisa berupa buku catatan, barcode scanner, dan stiker barcode. Anda bisa menginstruksikan bagian gudang untuk menyiapkan alat penunjang tersebut.
    3. Menginstruksikan Staf Gudang untuk Merapihkan Stok dengan Menatanya Sesuai Kode dan Jenis Barang. Sehingga ketika melakukan stock opname tidak terjadinya kerancuan karena masalah lokasi barang yang tidak beraturan.
    4. Bentuk dua tim terdiri dari pegawai yang paling kompeten untuk melakukan stock opname. Kedua tim memiliki dua tugas yang berbeda. Tim pertama adalah tim lapangan yang bertugas untuk menghitung manual semua barang yang tersimpan. Sementar atim kedua adalah tim admin yang bertugas mencocokkan hasil penghitungan dan memasukkannya ke dalam data entry.
    5. Memisahkan barang-barang yang tidak perlu dihitung pada saat stock opname. Barang-barang yang tidak perlu dihitung di antaranya, (1) barang/stok yang masuk selama proses stock opname atau yang masuk setelah tanggal cut off stock opname. (2) Barang yang bersifat titipan dari pihak lain atau yang biasa disebut sebagai konsinyasi. (3) Barang rusak yang sudah tidak bisa diretur sehingga nilainya disepakati untuk dihapus. Barang seperti ini sebaiknya juga disendirikannya penyimpanannya di dalam gudang.

    Bagaimana Cara Melakukan Stock Opname yang Benar?

    Setelah menyelesaikan tahap persiapan, maka Anda bisa melakukan stock opname. Untuk memudahkan prosesnya, berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam melaksanakan stock opname.

    1. Pisahkan antara barang lama dengan barang yang baru masuk. Fungsinya untuk memudahkan proses penghitungan barang mana saja yang sudah terlalu lama di gudang.
    2. Cek secara manual barang-barang yang dicatat.
    3. Catat barang apa saja yang mengalami kerusakan atau kadaluarsa. Barang-barang yang lama mengendap di penyimpanan mungkin akan rusak atau tidak layak dikonsumsi. Maka dari itu, catatlah barang apa saja yang rusak untuk memudahkan proses restock.
    4. Tandai barang-barang yang sudah dihitung untuk menghindari penghitungan ganda. Pastikan juga untuk tidak lupa menandai barang mana saja yang telah terhitung dan tercatat.
    5. Setelah proses stock opname selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan pengecekan ulang atas stok yang selisih. Apakah terjadi salah hitung atau memang terjadi selisih atas stok.

    Setelah melakukan penghitungan dan pencatatan selesai dan seluruh data match, maka itu artinya tidak ada masalah dan Anda bisa melanjutkannya dengan membuat laporan atau berita acara stock opname. Laporan ini berguna bukan hanya sebagai catatan saja, tetapi juga menentukan langkah selanjutnya yang bisa diambil oleh perusahaan. Jika ditemukannya adanya kekurangan atau kelebihan stok, maka segera usut temuan tersebut supaya perusahaan Anda tidak merugi.

    Stock Opname Ribet? Kata Siapa?

    Stock opame memang bukanlah tugas yang mudah. Terutama ketika Anda masih menggunakan pencatatan manual dalam melakukan stock opname. Selain membutuhkan waktu yang lebih lama, pencatatan manual juga lebih mudah salah. Karena itu, disarankan untuk mulai menggunakan teknologi digital seperti IPOS sebagai cara melakukan stock opname lebih efisien. Dengan fitur-fitur pada menu persediaan, Anda dengan mudah dapat mengetahui stok barang secara realtime. IPOS juga bisa membantu Anda dalam setting stok minimal sehingga Anda terhindar dari risiko kehabisan stok.

    Tidak hanya itu, IPOS juga bisa memberikan Anda data-data yang dibutuhkan seperti laporan stok opname, kartu stok untuk tracking, grafik penjualan secara harian atau bulanan secara lengkap.

    Coba gratis IPOS di sini sekarang juga!

     

    Kata kunci : Aplikasi Toko Ritel dan Grosir, Software Toko dan Grosir, Software Toko Lengkap, Software Toko Murah, Software Kasir, Aplikasi Kasir, Software Toko IPOS, IPOS 4, IPOS 5

      Stock Opname untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnismu

      Stock Opname untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnismu

      Stock Opname untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnismu – Menurut Wikipedia, Stock opname merupakan salah satu kegiatan mengecek persediaan stok barang di gudang sebelum dijual. Kegiatan ini memang menyita waktu, karena Anda harus memeriksa dan melakukan penghitungan barang yang ada di dalam gudang secara langsung. Selain itu, dalam melakukan penghitungan juga tidak boleh ada kesalahan atau ada yang terlewat, karena nantinya akan berpengaruh pada stok barang yang dijual.

      Mengapa Harus Melakukan Stock Opname?

      Pada beberapa perusahaan, stock opname dilakukan untuk persediaan barang dan kas, sementara pada perusahaan manufaktur dilakukan untuk persediaan bahan baku, bahan tambahan, barang setengah jadi, dan barang jadi.

      Jika terdapat selisih, maka harus dilakukan pengecekan ulang apakah kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat, kesalahan dalam melakukan pencatatan atau karena hilang. Hal tersebutlah yang harus Anda cari penyebabnya.

      Kapan Periode Ideal Melakukan Stock Opname?

      Menentukan periode ideal untuk melakukan stock opname sangat tergantung pada kebijakan perusahaan yang sudah disetujui. Proses ini biasanya dilakukan pada akhir tahun. Namun pada perusahaan yang menerapkan sistem pengendalian intern yang lebih tertata, proses ini dapat dilakukan setiap pekan atau setiap bulan. Hal ini tergantung pada tingkat kepentingan dan kemampuan perusahaan dalam melakukannya.

      Alasan tersebutlah yang menyebabkan periode ideal untuk mengecek ketersediaan barang ini tidak bisa disamaratakan satu sama lain. Semuanya perlu disesuaikan dengan tingkat kepentingan serta kemampuan suatu perusahaan dalam melakukan pengecekan stok barang.

      Namun untuk menekan risiko selisih, beberapa perusahaan melakukan kegiatan pengecekan barang setiap awal bulan agar perbedaan stok dapat segera diketahui dan dicari tahu akar dari analisis perhitungannya. Kegiatan ini dapat dilakukan di sela hari kerja atau ketika perusahaan sedang tidak beroperasi.

      Manfaat Software Akuntansi untuk Barang Aman

      Proses stock opname memang merepotkan dan menyita banyak waktu. Namun dengan menggunakan program IPOS, Anda tidak perlu repot melakukan pemantauan dan penghitungan stok barang secara manual. Anda juga dapat membuat laporan sehingga dengan mudah bisa memantau dan menghitung stok barang. Kehilangan barang juga bisa ditekan karena IPOS menyajikan laporan persediaan barang lebih akurat dengan data realtime.

      Coba gratis IPOS di sini sekarang juga.

      Kata kunci : Aplikasi Toko Ritel dan Grosir, Software Toko dan Grosir, Software Toko Lengkap, Software Toko Murah, Software Kasir, Aplikasi Kasir, Software Toko IPOS, IPOS 4, IPOS 5

        Biaya Tidak Kasat Mata yang Dikeluarkan Jika Menyimpan Produk

        Biaya Tidak Kasat Mata yang Dikeluarkan Jika Menyimpan Produk

        Biaya Tidak Kasat Mata yang Dikeluarkan Jika Menyimpan Produk – Ketahui apa saja biaya tidak kasat mata yang harus Anda keluarkan ketika menyimpan sebuah produk.

        Dalam menjalankan bisnis, baik itu usaha dagang, manufaktur, atau jasa, Anda dituntut untuk memenuhi kebutuhan klien sebaik mungkin. Oleh karena itu, Anda akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengirimkan barang kepada klien-klien Anda secara akurat dan tepat waktu. Salah satu upaya yang Anda tempuh mungkin adalah menambah stok persedian barang atau produk, sehingga dapat mengirimkan produk sewaktu-waktu.

        Namun demikian, Anda harus mempertimbangkan ongkos yang dibutuhkan dari persediaan barang-barang tersebut. Lalu, apakah Anda sudah menghitung biaya apa saja yang harus dibayarkan?

        Biaya Tidak Kasat Mata yang Dikeluarkan Jika Menyimpan Produk

        Saat memutuskan untuk menambah stok persediaan barang, tentu Anda wajib mempertimbangkan apa yang dinamakan dengan holding cost.

        Menurut artinya, holding cost atau biaya penyimpanan adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan berkaitan dengan penyimpanan persediaan dalam waktu tertentu. Maka dari itu, biaya penyimpanan akan mencakup ongkos yang dikeluarkan terkait dengan sewa gudang, biaya asuransi, pembayaran staf penjaga, dan pembayaran bunga.

        Bahkan, Anda juga harus menghitung risiko-risiko yang mungkin terjadi seperti kerusakan atau kehilangan persediaan barang apabila disimpan terlalu lama di dalam gudang. Pemanfaatan software stok gudang yang baik dapat membantu perusahaan untuk mengelola biaya stok barang disetiap gudang yang dimiliki.

        Apabila Anda menghitung secara detail biaya penyimpanan, bisa jadi Anda akan menemukan ongkos-ongkos tak terduga yang berpotensi mengurangi keuntungan Anda. Jika ongkos-ongkos tersebut tidak Anda sadari, maka biaya yang Anda keluarkan akan membengkak.

        Oleh karena itu, perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian biaya penyimpanan harus dilakukan secara baik dalam sebuah perusahaan.

        Berikut ini adalah bentuk biaya-biaya tidak kasat mata yang harus kita keluarkan saat memutuskan untuk melakukan penambahan stok barang.

        Tidak Tersedianya Modal

        Namun, selama Anda belum menjualnya, barang atau produk yang masih berada di dalam gudang tersebut menghabiskan uang Anda.

        Pertama, Anda harus membayar material-material mentah untuk membangun ruang penyimpanan, atau untuk membayar produk-produk yang telah jadi. Uang tunai yang digunakan tersebut tentunya tidak bisa Anda gunakan untuk melakukan hal lain seperti merekrut karyawan baru dan pemasaran.

        Kedua, apabila Anda membayar anggaran persediaan produk dengan mengandalkan utang, maka Anda sudah dipastikan akan membayar bunga sampai produk-produk tersebut mampu terjual demi membayar utang Anda.

        Tentu saja dengan skenario ini, beban anggaran yang harus  Anda keluarkan untuk menambah stok persediaan akan semakin besar dibandingkan dengan anggaran awal yang telah ditentukan. Bahkan, semakin lama Anda belum mampu menjual produk-produk yang tersimpan sebagai persediaan tersebut, ongkos yang Anda keluarkan untuk membayar biaya penyimpanan tersebut akan semakin besar. Ketiga, biaya asuransi juga dibutuhkan untuk menjamin produk atau barang persediaan tersebut. Asuransi premium biasanya dihitung dari harga rata-rata dari produk yang Anda simpan.

        Biasanya, asuransi yang harus dibayarkan yakni sebesar 5% dari harga rata-rata.

        Sebagai contoh, apabila rata-rata barang persediaan Anda bernilai sebesar Rp 1 miliar, maka biaya asuransi yang harus Anda bayarkan yakni sebesar Rp 50 juta.

        Biaya Tidak  Kasat Mata : Biaya Administrasi

        Apabila Anda memutuskan untuk menambah persediaan barang di dalam gudang, atau merekrut seseorang untuk mengelola barang persediaan, maka Anda akan dihadapkan pada biaya-biaya administrasi yang wajib dikeluarkan.

        Menggunakan gudang penyimpanan untuk meletakkan produk persediaan membutuhkan banyak sumber daya.

        Pada tahap awal, Anda membutuhkan karyawan untuk mengelola dan mengoperasikan gudang penyimpanan tersebut. Setelah berkembang lebih besar, Anda akan mulai tertarik untuk berinvestasi dalam menggunakan sistem perangkat lunak dan mesin-mesin untuk meningkatkan efisiensi dan memangkas biaya-biaya lainnya.

        Meski Anda hanya memiliki dua karyawan yang bertugas untuk memindahkan barang-barang, atau Anda sudah memiliki robot yang mampu mengoperasikan gudang, Anda tetap harus mengeluarkan biaya administrasi terkait dengan persediaan barang-barang tersebut. Pengelola persediaan barang yang ditunjuk secara outsourcing sebagai pihak ketiga juga membutuhkan biaya tertentu.

        Saat ini, terdapat beberapa penyedia jasa pengelolaan persediaan produk seperti DHL, Ceva, dll. Pihak-pihak tersebut tentu menawarkan jasa dengan biaya-biaya tertentu. Selain itu, Amazon juga menyediakan alternatif bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan ruang untuk penyediaan barang. Jasa ini memberi tawaran kepada pelaku usaha mikro yang sebelumnya dibatasi oleh perusahaan-perusahaan besar.

        Cara Mengelola Persediaan Barang

        Pengelolaan yang baik dan efektif akan menghindarkan perusahaan Anda dari pengeluaran anggaran yang berlebihan. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengelola persediaan barang dengan cepat.

        1. Perusahaan harus mampu melakukan perhitungan waktu yang tepat untuk menambah persediaan barang atau produk. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekurangan stok barang. Apabila stok persediaan barang tersebut kurang, maka dapat menghambat jalannya transaksi dengan konsumen.
        2. Selain itu, perusahaan juga wajib melakukan perhitungan yang tepat untuk menghindari kelebihan stok barang. Apabila persediaan barang atau produk mengalami penumpukan, maka dapat berakibat fatal. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya persediaan barang yang tidak terpakai atau terlalu lama berdiam lama di dalam gudang, sehingga dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan.
        3. Memperhitungkan penyusutan persediaan atau inventory shrinkage merupakan hal yang sering terjadi dalam gudang apalagi jika tidak diawasi dengan benar oleh para pegawai.

        Pengelolaan persediaan barang yang baik tentunya akan menghindarkan perusahaan Anda dari kelebihan biaya tidak kasat mata yang dikeluarkan. Pengeluaran perusahaan dapat diminimalkan sehingga dapat mengantisipasi kerugian dalam jumlah besar. Biasanya, sistem pengelolaan ini akan mengurusi pencatatan produk, harga produk, produk yang diterima/retur, pencatatan permintaan, dan pengeluaran barang dari gudang penyimpanan.

        Maka dari itu dengan menggunakan IPOS, persoalan-persoalan yang terkait dengan persediaan barang Anda dapat dikelola dengan baik dan efisien.

        Coba gratis IPOS di sini.

        Kata kunci : Aplikasi Toko Ritel dan Grosir, Software Toko dan Grosir, Software Toko Lengkap, Software Toko Murah, Software Kasir, Aplikasi Kasir, Software Toko IPOS, IPOS 4, IPOS 5

          Jenis Gudang Berdasarkan Kebutuhan, Anda Sudah Tahu?

          Jenis Gudang Berdasarkan Kebutuhan, Anda Sudah Tahu?

          Jenis Gudang Berdasarkan Kebutuhan, Anda Sudah Tahu? – Gudang merupakan sebuah fasilitas krusial dalam ranah logistik, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagian besar pelaku bisnis cenderung lebih memilih untuk menyewa gudang ketimbang membelinya sendiri, terutama karena biaya sewa yang lebih terjangkau. Informasi mengenai jenis-jenis gudang yang beroperasi di Indonesia menjadi penting bagi para pelaku bisnis logistik dan produsen barang atau makanan.

          Jenis gudang ini diklasifikasikan  berdasarkan kebutuhan perusahaan, namun dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori, termasuk jenis gudang berdasarkan barang, kepemilikkan, lokasi geografis, luas area, dan faktor-faktor lainnya. Mengetahui berbagai jenis gudang tersebut akan membantu memahami karakteristik penyimpanannya.

          Jadi mari kita kulik jenis-jenis gudang menurut karakteristik penyimpanannya satu persatu.

          Jenis Gudang Secara Umum

          Secara umum, jenis-jenis warehouse terbagi menjadi lima jenis, yaitu :

          Jenis Gudang Pribadi atau Swasta

          Gudang pribadi atau swasta adalah sistem yang dioperasikan oleh penyedia atau pemasok barang. Jenis gudang satu ini dirancang untuk mendukung kegiatan distribusi internal suatu perusahaan. Di dalamnya, berlangsung proses penerimaan dan distribusi barang atau produk.

          Contoh konkret dari gudang pribadi atau swasta adalah perusahaan ritel berskala besar yang memiliki gudang utama untuk mendukung operasional grosirnya.

          Jenis Gudang Publik atau Umum

          Gudang publik atau umum adalah jenis gudang yang dapat disewa untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang dalam periode waktu tertentu. Secara umum, gudang ini digunakan dalam jangka waktu yang singkat. Contohnya adalah ketika suatu perusahaan menghadapi peningkatan permintaan produk melebihi kapasitas gudang yang dimiliki, sehingga mereka memutuskan untuk menyewa gudang secara temporer.

          Jenis Gudang Otomatis

          Dalam konteks peralatan yang digunakan oleh perusahaan, terdapat dua jenis gudang, yaitu otomatis dan manual. Gudang otomatis mewakili inovasi terkini dalam teknologi penyimpanan. Jenis gudang ini mengoperasikan sistem tinggi dengan menggunakan teknologi canggih yang memungkinkannya berfungsi secara otomatis.

          Sebagai contoh, gudang otomatis dapat memanfaatkan conveyor belt untuk mentrasportasikan barang secara otomatis, mengurangi keterlibatan tenaga manusia dalam proses tersebut.

          Jenis Distributor Center

          Gudang pusat distribusi atau pusat distributor dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara untuk beberapa produk. Gudang ini dirancang untuk mendukung distribusi yang efisien dalam jangka waktu singkat. Sebagai contoh, gudang pusat distribusi dapat digunakan ketika suatu produk tiba dari berbagai distributor dan harus segera didistribusikan kepada sejumlah pelanggan.

          Jenis Climate-Controlled Warehouse

          Climate-controlled warehouse, yang juga dikenal sebagai warehouse dengan pengaturan suhu, merupakan jenis gudang yang dirancang khusus untuk menangani berbagai jenis produk atau barang yang memerlukan kondisi penyimpanan tertentu. Gudang ini dilengkapi dengan sistem yang mampu mengontrol suhu dan kelembaban udara di dalamnya.

          Warehouse ini sangat berguna untuk produk atau bahan baku yang memerlukan penyimpanan di freezer guna menjaga kualitasnya dengan optimal.

          Jenis Gudang Berdasarkan Karakteristik Penyimpanan

          Selain jenis warehouse secara umum, ada juga warehouse berdasarkan karakteristik tempat penyimpanannya, atau dapat juga dikenal sebagai jenis warehouse dan berbagai fungsinya. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

          Gudang Bahan Baku

          Dilihat dari aspek karakteristik pasokan produk, terdapat tiga jenis gudang, yaitu gudang bahan baku, gudang setengah jadi, dan gudang hasil jadi. Gudang bahan baku berfungsi berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk berbagai jenis bahan baku produksi.

          Bahan baku yang disimpan meliputi logam, beton, pasir, plastik, kayu, dan sebagainya, tergantung pada jenis industri yang dioperasikan. Lokasinya umumnya berdekatan dengan fasilitas produksi. Jenis gudang ini dapat memiliki penyimpanan dalam bentuk tangka, struktur bangunan, atau area terbuka, tergantung pada sifat bahan baku yang dikelola oleh perusahaan.

          Gudang Bahan Setengah Jadi

          Gudang bahan setengah jadi berperan sebagai tempat penyimpanan untuk barang-barang yang masih dalam tahap pembuatan. Barang yang telah melalui proses produksi namun masih menunggu tahap produksi berikutnya akan disimpan dalam gudang ini. Sebagai contoh, gudang ini dapat digunakan untuk menyimpan produk yang sedang dalam proses pembuatan kemasan tertentu, perakitan komputer atau laptop, produk bundling, pemasangan kabel, dan kegiatan serupa lainnya.

          Gudang Hasil Produksi

          Sesuai dengan namanya, gudang hasil produksi berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk barang atau produk jadi yang sudah siap untuk dijual atau didistribusikan kepada pelanggan. Gudang ini dapat berupa fasilitas penyimpanan milik perusahaan sendiri atau disewa dengan pembayaran sewa mingguan atau bulanan.

          Gudang Pusat Konsolidasi dan Transit

          Jenis gudang selanjutnya adalah pusat transit dan konsolidasi. Fungsi utamanya adalah untuk menerima produk barang dari berbagai supplier, lalu nantinya akan dilakukan proses penggabungan agar dapat dikirim lagi ke konsumen akhir.

          Warehouse Pusat Transhipmnet

          Warehouse pusat transhipment adalah jenis warehouse yang digunakan untuk bisa menerima barang dengan jumlah yang banyak lalu dibagi lagi ke dalam bagian yang terkecil lalu dikirim ke berbagai tujuan pelanggan.

          Gudang Cross Docking

          Biasanya, jenis warehouse ini diperlukan oleh jasa ekspedisi sebagai suatu tempat pemindahan barang, contohnya dari satu truk ke truk yang lainnya. Bila diperlukan penyewaan, maka warehouse ini pun relatif lebih murah, karena hanya akan digunakan dalam kurun waktu yang singkat saja.

          Gudang Pusat Sortir

          Gudang pusat sortir digunakan agar bisa menyalurkan pengiriman parcel ataupun surat dokumen. Di dalamnya, seluruh barang akan terlebih dahulu dikumpulkan untuk proses sortir dengan berdasarkan kode pos ataupun zona tujuan pengiriman barang.

          Warehouse Fulfillment

          Warehouse fulfillment adalah gudang yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan pesanan dalam jumlah besar namun dengan volume yang relatif kecil. Selain itu, gudang ini juga dapat digunakan dalam proses reverse logistics.

          Warehouse fulfillment juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk barang yang sedang dalam proses retur atau pengembalian produk.

          Gudang untuk Kepentingan Publik

          Penting untuk diketahui bahwa tidak semua gudang dapat digunakan secara independen untuk penjualan produk. Beberapa jenis gudang didedikasikan untuk kepentingan publik dan umumnya dikelola ole pihak negara, seperti contohnya gudang milik Badan Urusan Logistik (BULOG) yang digunakan untuk menyimpan beras atau barang bantuan dalam situasi bencana.

          Proses manajemen dan pemiliharaan gudang jenis ini memerlukan dukungan sistem dan sumber daya manusia yang kompeten. Meskipun jenisnya beragam, setiap gudang harus dilengkapi dengan sistem manajemen yang efektif. Salah satu sistem yang umum digunakan untuk memastikan operasional gudang berjalan lancar adalah Warehouse Management System (WMS). Sistem manajemen gudang ini bertujuan mengontrol dan memantau berbagai proses di dalam gudang, termasuk pengiriman barang, penerimaan barang, dan penyimpanan barang.

          Demikian beberapa jenis gudang yang harus Anda ketahui sebagai pebisnis atau pemilik perusahaan. Pemilihan warehouse di atas harus Anda sesuaikan kembali berdasarkan kebutuhan bisnis Anda.

          Namun, yang paling penting adalah Anda harus bisa mengelola dan mengatur arus keluar dan masuk warehouse. Hal ini akan memberikan dampak yang serius untuk perkembangan bisnis Anda di masa depan. Tapi, mengelolanya secara manual tentu akan sangat sulit, memakan banyak waktu, dan rentan sekali terjadi kesalahan.

          Anda bisa menggunakan software usaha yang telah disediakan oleh IPOS. Karena selain mampu menyajikan laporan keuangan, IPOS juga dilengkapi dengan fitur persediaan yang akan membantu Anda dalam mengelola warehouse.

          Masih ada banyak lagi fitur dan kelebihan dari IPOS, dan Anda bisa lebih dulu mencoba IPOS dan berkonsultasi dengan tim profesional Trigonal Software di sini.

          Kata kunci : Aplikasi Toko Ritel dan Grosir, Software Toko dan Grosir, Software Toko Lengkap, Software Toko Murah, Software Kasir, Aplikasi Kasir, Software Toko IPOS, IPOS 4, IPOS 5

            Trigonal Software sebagai salah satu entitas usaha yang ikut mendukung dan menggalakkan penggunaan produk teknologi informasi ke kalangan pengusaha UKM di Indonesia, berdiri di akhir tahun 2007.

            OFFICE

            JL. Kemang Soka Raya, Blok A No. 20, Kemang Pratama 2, Kota Bekasi, Jawa Barat 17116

            © 2024 Trigonal Software. All Rights Reserved.