Mengetahui produk yang paling laris merupakan salah satu langkah penting dalam mengelola bisnis toko bangunan. Informasi ini membantu pemilik usaha menentukan barang yang perlu diprioritaskan, mengatur persediaan, mengevaluasi strategi penjualan, dan meningkatkan keuntungan bisnis.
Toko bangunan biasanya menjual berbagai jenis produk, mulai dari semen, pasir, besi beton, cat tembok, keramik, pipa PVC, hingga perlengkapan listrik. Setiap produk memiliki tingkat permintaan yang berbeda. Ada barang yang terjual puluhan hingga ratusan unit setiap hari, tetapi ada juga produk yang hanya dibeli beberapa kali dalam sebulan.
Tanpa data penjualan yang terorganisasi, pemilik toko mungkin hanya mengandalkan perkiraan untuk menentukan produk yang paling diminati pelanggan. Akibatnya, toko berisiko kehabisan barang yang banyak dicari atau justru menumpuk persediaan produk yang jarang terjual.
Aplikasi kasir IPOS 5 dari Trigonal Software menyediakan fitur Grafik Penjualan Item Terbaik yang dapat digunakan untuk mengetahui produk toko bangunan paling banyak terjual berdasarkan periode transaksi tertentu. Selain itu, tersedia Laporan Penjualan Per Item dan Grafik Laba Jual Per Item untuk membantu pemilik usaha menganalisis transaksi serta keuntungan setiap produk.
Dengan memanfaatkan ketiga laporan tersebut, pemilik toko dapat menentukan produk fast-moving, mengevaluasi penjualan, dan membuat keputusan pembelian stok berdasarkan data transaksi.
Lalu, bagaimana cara mengetahui produk toko bangunan yang paling laris menggunakan aplikasi kasir IPOS? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Pemilik Toko Bangunan Perlu Mengetahui Produk Paling Laris?
Mengetahui produk yang paling banyak dibeli pelanggan bukan sekadar membantu pemilik toko melihat barang yang cepat habis. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pengelolaan persediaan dan meningkatkan performa bisnis.
Berikut lima alasan mengapa pemilik toko bangunan perlu mengetahui produk terlaris.
1. Menentukan Produk yang Harus Diprioritaskan untuk Stok
Setiap toko bangunan memiliki produk dengan tingkat permintaan berbeda.
Contohnya, semen, pasir kemasan, paku, dan pipa PVC dengan ukuran umum mungkin memiliki tingkat penjualan yang lebih tinggi dibandingkan produk tertentu seperti keramik bermotif khusus.
Dengan mengetahui produk yang paling banyak terjual, pemilik toko dapat memprioritaskan pembelian barang yang memiliki perputaran persediaan tinggi.
2. Mengurangi Risiko Kehabisan Barang
Kehabisan stok dapat menyebabkan toko kehilangan kesempatan penjualan, terutama ketika pelanggan membutuhkan barang dalam jumlah besar.
Misalnya, kontraktor membutuhkan 100 sak semen, tetapi toko hanya memiliki persediaan 30 sak.
Jika pemilik toko mengetahui bahwa semen merupakan produk dengan permintaan tinggi, ia dapat merencanakan pembelian sebelum persediaan habis.
3. Menghindari Penumpukan Barang yang Jarang Terjual
Produk yang jarang dibeli pelanggan dapat menyebabkan modal usaha tertahan dalam persediaan.
Contohnya, toko memiliki banyak stok keramik dengan motif tertentu yang ternyata kurang diminati pasar.
Dengan mengevaluasi data penjualan, pemilik toko dapat mengurangi pembelian ulang produk yang perputarannya lambat dan mengalokasikan modal untuk barang yang lebih dibutuhkan pelanggan.
4. Menentukan Strategi Promosi yang Tepat
Data produk terlaris dapat digunakan untuk membuat strategi promosi.
Misalnya, apabila cat tembok menjadi salah satu produk dengan penjualan tertinggi, pemilik toko dapat membuat paket promosi yang menggabungkan cat, kuas, dan roller.
Sebaliknya, produk yang kurang diminati dapat diberikan promosi khusus untuk membantu meningkatkan penjualannya.
5. Meningkatkan Keuntungan Bisnis
Produk dengan jumlah penjualan tertinggi belum tentu menghasilkan keuntungan terbesar.
Contohnya, semen mungkin memiliki jumlah penjualan yang tinggi, tetapi margin keuntungan per sak relatif kecil. Sementara itu, produk perlengkapan sanitasi tertentu mungkin memiliki jumlah penjualan lebih sedikit tetapi margin keuntungan lebih besar.
Karena itu, pemilik toko perlu menganalisis jumlah barang terjual, omzet, dan laba jual untuk menentukan produk yang memberikan kontribusi terbaik bagi bisnis.
3 Laporan IPOS untuk Mengetahui Produk Toko Bangunan Paling Laris
IPOS 5 menyediakan beberapa laporan yang dapat digunakan untuk menganalisis performa penjualan berdasarkan produk.
Berikut tiga laporan yang paling relevan untuk mengetahui produk toko bangunan paling laris.
1. Grafik Penjualan Item Terbaik
Grafik Penjualan Item Terbaik merupakan laporan yang digunakan untuk menampilkan atau mencetak daftar produk dengan penjualan terbaik atau jumlah penjualan terbanyak.
Laporan ini menjadi salah satu fitur utama yang dapat dimanfaatkan pemilik toko untuk mengetahui produk yang paling banyak dibeli pelanggan.
Beberapa informasi yang dapat diatur dalam laporan ini meliputi:
- Periode transaksi.
- Jenis item.
- Jumlah item terbaik yang ingin ditampilkan.
- Modul transaksi yang digunakan.
- Pilihan laporan setelah dikurangi retur.
Contohnya, pemilik toko ingin mengetahui 10 produk yang paling banyak terjual selama Oktober 2026.
Dengan mengatur periode transaksi dan jumlah item terbaik, pemilik toko dapat melihat daftar produk dengan performa penjualan tertinggi sesuai filter yang dipilih.
2. Laporan Penjualan Per Item
Laporan Penjualan Per Item digunakan untuk menampilkan atau mencetak transaksi penjualan yang dikelompokkan berdasarkan kode barang.
Laporan ini berguna apabila pemilik toko ingin melakukan analisis lebih spesifik terhadap produk tertentu.
Beberapa filter yang tersedia meliputi:
- Kode item.
- Nomor transaksi.
- Pelanggan.
- Sales.
- Jenis barang.
- Merek.
- Tipe barang.
- Pengurutan data secara ascending dan descending.
Contohnya, pemilik toko ingin mengevaluasi penjualan seluruh produk cat dari merek tertentu selama satu bulan.
Dengan menggunakan filter merek dan periode transaksi, pengguna dapat menampilkan laporan penjualan sesuai kriteria tersebut.
3. Grafik Laba Jual Per Item
Grafik Laba Jual Per Item merupakan laporan yang digunakan untuk mengetahui produk yang memberikan laba jual paling besar.
Laporan ini berbeda dengan Grafik Penjualan Item Terbaik.
Grafik Penjualan Item Terbaik berfokus pada jumlah produk yang terjual, sedangkan Grafik Laba Jual Per Item berfokus pada kontribusi laba jual setiap produk.
Beberapa filter yang tersedia meliputi:
- Periode transaksi.
- Jenis barang.
- Merek.
- Jumlah item yang ingin ditampilkan.
- Modul penjualan, kasir, atau semuanya.
Dengan menggabungkan ketiga laporan tersebut, pemilik toko dapat mengetahui produk yang paling laris sekaligus mengevaluasi produk yang paling menguntungkan.
Kesimpulan
Mengetahui produk toko bangunan yang paling laris merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pengelolaan persediaan dan meningkatkan performa penjualan.
Aplikasi kasir IPOS 5 dari Trigonal Software menyediakan fitur Grafik Penjualan Item Terbaik yang membantu pemilik toko mengetahui produk paling banyak terjual berdasarkan periode, jenis item, jumlah produk terbaik, dan modul transaksi.
Selain itu, IPOS menyediakan Laporan Penjualan Per Item untuk menganalisis detail transaksi berdasarkan produk, pelanggan, sales, merek, dan jenis barang.
Pemilik toko juga dapat menggunakan Grafik Laba Jual Per Item untuk mengetahui produk yang memberikan kontribusi laba jual terbesar.
Dengan memanfaatkan ketiga laporan tersebut, pemilik toko dapat menentukan produk yang perlu diprioritaskan, mengurangi penumpukan persediaan, dan menyusun strategi pembelian berdasarkan data transaksi.
Ingin mengetahui produk toko bangunan yang paling laris tanpa harus merekap penjualan secara manual? Gunakan aplikasi kasir IPOS 5 dari Trigonal Software untuk membantu menganalisis penjualan, memantau persediaan, dan mengevaluasi keuntungan bisnis Anda. Konsultasikan kebutuhan toko bangunan Anda bersama tim Trigonal Software.

Salma adalah Content Specialist di PT Trigonal Software Indonesia dengan pengalaman 5+ tahun di bidang SEO dan content marketing. Dengan fokus pada solusi bisnis untuk UMKM, Ia membuat konten informatif dan praktis yang membantu pemilik usaha meningkatkan efisiensi operasional, mengelola keuangan, dan mengembangkan bisnis secara lebih tersistem.



